Program tersebut mencakup pembangunan tiga ruang kelas, stabilisasi lahan, serta pavingisasi halaman sekolah dengan memanfaatkan material Fly Ash Bottom Ash (FABA) non-B3 hasil operasional pembangkit. Material yang digunakan antara lain sekitar 9.600 batako, 13.200 paving block, 150 kanstin, dan 700 ton bottom ash, sebagai bentuk penerapan konsep ekonomi sirkular yang mendukung efisiensi penggunaan sumber daya alam.
Peresmian dihadiri oleh Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid, jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang, Dinas Pendidikan, masyarakat penerima manfaat Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), para guru, siswa, serta masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan PLN Indonesia Power yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.
"Kolaborasi seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana dunia usaha dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar, Ria Indrawan, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pasokan energi listrik yang dihasilkan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, renovasi sekolah tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi penerus bangsa agar dapat belajar dalam lingkungan yang lebih aman, nyaman, sehat, dan kondusif.
Selain meresmikan fasilitas pendidikan, PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar juga menyerahkan bantuan simbolis Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga di Desa Kemiri, Patramanggala, Lontar, dan Karanganyar sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Suasana peresmian berlangsung meriah dengan penampilan seni tari tradisional, atraksi pencak silat dari siswa-siswi SDN Lontar 2, serta kegiatan membatik di atas totebag bersama kelompok pembatik tuli binaan UBP Lontar.
Para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai proses pembangkitan listrik melalui simulasi miniatur PLTU, sehingga memperoleh pemahaman mengenai proses produksi energi listrik sekaligus pentingnya pemanfaatan limbah FABA yang bernilai guna.
Melalui program ini, PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar menegaskan bahwa kegiatan TJSL tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta kepedulian terhadap lingkungan melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
*Red

0 Komentar