Panen perdana ini menjadi bukti bahwa pertanian modern berbasis hidroponik mampu menghasilkan produk hortikultura berkualitas tinggi meski dilakukan di lahan yang relatif terbatas. Dengan memanfaatkan lahan seluas sekitar 50 meter persegi menggunakan sistem Nutrient Film Technique (NFT), tim berhasil memanen sekitar 135 kilogram melon segar dari 82 lubang tanam yang berbuah optimal.
Tanaman melon tersebut mulai dibudidayakan sejak 12 Mei 2026 dan berhasil dipanen dalam waktu kurang lebih 70 hari, menunjukkan efisiensi budidaya sekaligus potensi pengembangan pertanian modern di wilayah Kabupaten Tangerang.
Untuk menjaga kualitas hasil panen, petugas juga melakukan pengukuran tingkat kemanisan buah menggunakan Brix Refractometer. Pengujian tersebut bertujuan mengevaluasi efektivitas pemberian nutrisi, sistem irigasi, serta menentukan waktu panen yang paling ideal agar kualitas buah pada masa tanam berikutnya semakin meningkat.
DPKP Kabupaten Tangerang berharap demplot melon hidroponik ini dapat menjadi sarana edukasi sekaligus percontohan bagi masyarakat, petani, maupun generasi muda yang ingin mengembangkan pertanian hortikultura modern dengan memanfaatkan lahan secara lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Melalui inovasi tersebut, DPKP terus mendorong penerapan teknologi pertanian yang adaptif terhadap keterbatasan lahan sekaligus mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Tangerang.
Sumber: DPKP Kabupaten Tangerang (Instagram @dpkp.tangerangkab).
*Red


0 Komentar