Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB itu mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka bacok dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit mengatakan, kejadian bermula ketika seorang pria berinisial ZI alias Udin mendatangi lapak pedagang buah semangka dan melon untuk meminta uang sebesar Rp10 ribu per hari.
"Permintaan tersebut ditolak oleh para pedagang. Setelah itu yang bersangkutan pergi, namun tidak lama kemudian kembali sambil membawa senjata tajam dan mengajak beberapa rekannya," kata Parikhesit dalam keterangannya.
Menurut dia, pelaku awalnya datang bersama sekitar enam orang dan menantang para pedagang. Karena kalah jumlah saat bentrokan pertama, kelompok tersebut kembali lagi dengan membawa sekitar sepuluh orang lainnya yang juga membawa senjata tajam.
"Kelompok tersebut kemudian melakukan penyerangan hingga terjadi keributan yang mengakibatkan beberapa orang mengalami luka bacok," ujarnya.
Akibat kejadian itu, tiga pedagang buah mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh. Selain itu, dua orang dari kelompok penyerang juga mengalami luka dan menjalani perawatan medis.
Usai menerima laporan, tim gabungan Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota bersama Unit Reskrim Polsek bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pengembangan di lapangan, polisi berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Salah satunya berinisial MSS alias Bule, yang diduga ikut melakukan pembacokan terhadap korban. Polisi juga mengamankan Panji alias Qbenk, yang diduga berperan membantu membawa salah seorang pelaku ke rumah sakit setelah kejadian.
"Dalam penggeledahan di rumah salah satu terduga pelaku, petugas menemukan sarung golok. Sementara di lokasi lain ditemukan sandal yang terdapat bercak darah dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelas Parikhesit.
Selain itu, polisi turut mengamankan satu bilah golok yang ditemukan di lokasi kejadian sebagai barang bukti.
Hingga kini penyidik masih memburu sejumlah terduga pelaku lain, di antaranya ZI alias Udin, Fajar, dan Angki yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
"Pemeriksaan terhadap korban maupun para pihak yang diamankan akan dilakukan setelah kondisi kesehatan mereka memungkinkan. Penyidikan masih terus kami kembangkan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat," tegas Parikhesit.
Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan maupun tindakan main hakim sendiri.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Apabila mengalami tindakan premanisme, pemerasan, atau tindak pidana lainnya, segera laporkan kepada kepolisian melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat. Kami akan menindak tegas setiap bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Jauhari.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing emosi dan mempercayakan penanganan setiap persoalan kepada aparat penegak hukum demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Tangerang.
Red KJK

0 Komentar