Sebelumnya, kondisi sekolah gratis tersebut dinilai memprihatinkan. Bangunan sekolah kerap mengalami kebocoran dan banjir saat hujan deras akibat posisi lantai kelas yang lebih rendah dari area lapangan sekolah. Keterbatasan ruang belajar juga membuat pihak sekolah harus menggunakan sekat darurat demi menampung jumlah siswa yang terus bertambah.
Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar, Ria Indrawan mengatakan, program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kami berharap perbaikan ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi lebih dari 150 siswa MI Al-Husna,” ujar Ria Indrawan.
Melalui program TJSL tersebut, PLN Indonesia Power UBP Lontar melakukan sejumlah perbaikan, di antaranya peninggian lantai ruang kelas agar sejajar dengan lapangan sekolah guna mencegah banjir, perbaikan atap yang bocor, pengecatan ulang ruang kelas, perluasan ruang guru, hingga pembangunan dua unit toilet terpisah untuk pria dan wanita.
Tidak hanya itu, bantuan juga diberikan dalam bentuk fasilitas penunjang kegiatan belajar seperti meja dan kursi baru, whiteboard, alat kebersihan, serta tambahan buku bacaan untuk perpustakaan sekolah.
Kepala Sekolah MI Al-Husna, Dodi Mulyadi mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan PLN Indonesia Power UBP Lontar. Menurutnya, kondisi sekolah sebelumnya sangat tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.
“Ketika musim hujan sekolah kami sering kebanjiran, air lumpur masuk ke dalam kelas dan ruang guru. Saat ini keadaan sudah berubah 180 derajat. Kami benar-benar merasakan kenyamanan dan kebahagiaan ketika belajar mengajar berlangsung. Tidak ada lagi banjir dan kebocoran saat musim hujan datang,” ungkapnya.
Menariknya, renovasi sekolah tersebut juga memanfaatkan material Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), yakni material hasil samping pembakaran batu bara yang telah diolah menjadi produk bermanfaat dan ramah lingkungan.
Material bottom ash digunakan sebagai bahan urugan untuk meninggikan lantai kelas, sedangkan batako berbahan campuran FABA dimanfaatkan untuk pembangunan kamar mandi dan perbaikan dinding sekolah.
Pemanfaatan FABA tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN Indonesia Power UBP Lontar dalam menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
Kini, lebih dari 150 siswa MI Al-Husna dapat menjalani kegiatan belajar mengajar dengan lebih tenang tanpa khawatir banjir saat musim hujan tiba.
Sumber: Assistant Manager Umum PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar.
.jpg)
0 Komentar