Menurutnya, momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi atas tanggung jawab besar insan pers dalam membangun peradaban dan menjaga harmoni sosial.
“Salam sejahtera bagi kita semua. Hari ini kita tidak hanya merayakan kebebasan berpendapat, tetapi juga mengingat bahwa pers memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga perdamaian antar sesama penduduk bumi,” ujar Komaruddin dalam keterangannya.
Mengusung tema “Pers Berkualitas untuk Masa Depan yang Damai dan Adil”, peringatan tahun ini menyoroti pentingnya jurnalisme yang sehat di tengah derasnya arus informasi global yang kerap memicu polarisasi.
Komaruddin menekankan dua poin utama. Pertama, peran strategis pers sebagai instrumen keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut media harus menjadi penjernih di tengah maraknya polusi dan manipulasi informasi.
“Tanpa informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif, mustahil kita dapat merajut kedamaian yang berkelanjutan. Setiap karya jurnalistik bermutu adalah investasi bagi nalar publik yang sehat,” tegasnya.
Kedua, pers sebagai pilar keberlanjutan demokrasi. Ia mengingatkan bahwa masa depan yang adil hanya dapat terwujud jika masyarakat menerima informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Pers, kata dia, merupakan penjaga nalar publik di tengah ancaman disinformasi yang semakin destruktif.
Dalam konteks global, UNESCO akan menggelar konferensi kebebasan pers dunia pada 4–5 Mei 2026 di Lusaka, Zambia. Forum tersebut akan menjadi wadah penting untuk membahas tren kebebasan berekspresi serta tantangan media global.
“Apa yang dibahas di sana juga menjadi perhatian kita di Indonesia. Tantangan terhadap kebebasan pers terus berkembang, dan kita harus mampu beradaptasi tanpa mengorbankan integritas,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Komaruddin mendorong percepatan lahirnya regulasi yang menghargai hak cipta karya jurnalistik sebagai bentuk perlindungan terhadap insan pers dan ekosistem media.
Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen menghadirkan pers yang profesional, independen, dan berintegritas demi masa depan yang damai dan berkeadilan.
Sumber: Dewan Pers
*Red

0 Komentar