Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Warung nasi milik Sdri. Sainah (54 tahun), warga Kp. Babakan RT 10/02, Desa Sukanegara, dilalap api yang diduga berasal dari korsleting listrik.
Kronologi: Supir Ekspedisi Pertama Teriak Api
Menurut keterangan dua orang saksi, Jumri (29) dan Kholid Anwar (25), keduanya bertugas sebagai satpam di pabrik yang tak jauh dari lokasi kejadian.
Saat itu, mereka mendengar teriakan dari seorang supir ekspedisi yang melintas di depan warung. Supir tersebut berteriak "Api! Api!" karena melihat kepulan asap dan nyala api mulai membakar warung nasi.
"Saksi keluar dari pos, lalu melihat api sudah mulai membesar. Mereka langsung mencari pertolongan dan berusaha memadamkan api bersama warga sekitar," demikian dikutip dari laporan resmi Polsek Cikupa.
Api Padam Setelah 30 Menit, Polisi Segera Olah TKP
Berkat kerja cepat para saksi dan warga, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB – hanya 30 menit setelah pertama kali terlihat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp30.000.000 (tiga puluh juta rupiah). Seluruh isi warung nasi, termasuk peralatan masak dan dagangan, ludes terbakar.
Pukul 15.00 WIB, Piket Fungsi Polsek Cikupa yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Syaiful Rus Diansyah, S.H., tiba di lokasi. Tim langsung melakukan:
1. Pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP)
2. Pengamanan lokasi
3. Pengumpulan barang bukti
4. Pemeriksaan saksi-saksi
5. Dokumentasi
6. Pembuatan laporan resmi
Diduga Korsleting Listrik
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di TKP, api diduga berasal dari konsleting listrik pada instalasi listrik di warung nasi tersebut.
"Dugaan sementara dari keterangan saksi dan hasil cek TKP, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik," tulis Kapolsek Cikupa, AKP Syamsul Bahri, S.TK., S.I.K., M.H., dalam laporannya kepada Kapolresta Tangerang.
Polisi Himbau Warga Periksa Instalasi Listrik
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi M. Indra Waspada Amirulloh, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., melalui Kapolsek Cikupa mengimbau seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya korsleting listrik, terutama pada bangunan semi permanen atau warung dengan instalasi listrik sederhana.
"Periksa secara berkala kabel-kabel di rumah atau tempat usaha. Jangan biarkan instalasi listrik yang sudah rapuh atau keliatan. Matikan aliran listrik saat meninggalkan bangunan dalam waktu lama," pesan Kapolsek.
Hingga berita ini diturunkan, pemilik warung, Ibu Sainah, masih dalam keadaan shock namun bersyukur tidak ada korban jiwa. Pihak keluarga dan warga sekitar telah membuka donasi ringan untuk meringankan beban korban.
*Red

0 Komentar