Festival ini menjadi ruang ekspresi dan pembelajaran bagi mahasiswa untuk menggabungkan seni, emosi, serta kolaborasi lintas disiplin. Mengusung tema “Feelah-Feelih”, kegiatan ini menyoroti bagaimana emosi dapat menjadi sumber inspirasi dalam proses kreatif dan diolah menjadi karya yang bernilai.
Selama dua hari pelaksanaan, berbagai rangkaian acara digelar, mulai dari seminar dan talkshow, kompetisi ilustrasi, workshop, bazaar seni, hingga konser musik sebagai penutup. Pengunjung juga dapat menikmati instalasi visual bertema emosi seperti Sadness, Anger, Disgust, Joy, hingga All Emotions yang dipamerkan di area kampus.
Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama B.A., M.Sc., menegaskan bahwa pihaknya akan terus menghadirkan ruang kreatif bagi mahasiswa.
“Feelah-Feelih Festival adalah bentuk nyata komitmen kami dalam memberi ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan mengekspresikan gagasan secara kreatif. Kami percaya kreativitas adalah bagian penting dalam pendidikan, dan kami ingin Universitas Budi Luhur menjadi tempat bagi mahasiswa untuk tumbuh dan berani menciptakan hal baru,” ujar Julian usai acara.
Dengan kegiatan ini, Yayasan Pendidikan Budi Luhur berharap mahasiswa dapat mengembangkan potensi seni, meningkatkan rasa percaya diri, serta berani menampilkan karya yang memperkaya dunia kreatif di Indonesia.
(Red)

0 Komentar