Kerja sama lintas sektor ini berfokus pada pengolahan sampah—terutama sampah organik—untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif melalui pendekatan ekonomi sirkular. Program TOSS diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca.
Penandatanganan MoU juga dirangkaikan dengan kegiatan Capacity Building Program TOSS yang bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terkait teknologi pengolahan sampah di sumbernya. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai proses konversi sampah organik menjadi biomassa, potensi pemanfaatannya sebagai energi baru terbarukan, hingga strategi kolaboratif menjaga kebersihan dan kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.
Pada kesempatan itu, Abdul Rokim, Officer Engineering Efisiensi UBP Lontar, memaparkan implementasi program co-firing biomassa yang telah dijalankan UBP Lontar. Ia menjelaskan kontribusi co-firing dalam menurunkan emisi karbon, meningkatkan nilai tambah ekonomi biomassa, serta capaian energi hijau yang telah dihasilkan. Menurutnya, pemanfaatan biomassa dari pengolahan sampah melalui TOSS memiliki potensi besar untuk mendukung keberlanjutan pasokan energi sekaligus membantu penyelesaian persoalan sampah di masyarakat.
Sementara itu, Senior Manager UBP Lontar, Ria Indrawan, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan wujud nyata komitmen UBP Lontar dalam mendorong inovasi energi bersih dan peningkatan efisiensi operasional pembangkit. Ia menekankan pentingnya sinergi antara PLN Group, komunitas lingkungan, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan energi serta lingkungan yang berkelanjutan.
“Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada produksi listrik, tetapi juga pada penciptaan nilai lingkungan dan sosial yang berkelanjutan. Melalui pemanfaatan sampah sebagai biomassa co-firing, kami mendorong terciptanya ekonomi sirkular yang memberi manfaat jangka panjang," ujarnya.
MoU Program TOSS ini menjadi tonggak penting bagi UBP Lontar dalam memperkuat komitmen menghasilkan listrik yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Pemanfaatan biomassa berbasis pengolahan sampah diproyeksikan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian Net Zero Emission (NZE) 2060 serta peningkatan bauran renewable energy dalam sistem kelistrikan nasional.
Melalui kerja sama ini, UBP Lontar berkomitmen menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang efektif, dekat dengan masyarakat, dan berdampak positif bagi kelestarian lingkungan. Inisiatif ini sejalan dengan visi besar PLN dalam mendorong transisi energi berkelanjutan demi masa depan energi Indonesia yang lebih bersih dan andal.
Sekilas Tentang PLN Indonesia Power
PT PLN Indonesia Power merupakan Generation Company terbesar di Asia Tenggara dan bagian dari Sub Holding BUMN kelistrikan PT PLN (Persero). PLN Indonesia Power berkomitmen menjadi perusahaan energi berbasis teknologi, inovasi, dan berorientasi masa depan menuju The NEW PLN 4.0 — UNLEASHING ENERGY and BEY
Sumber : Assistant Manager Umum PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar
(Red)

0 Komentar