Salah seorang warga Curug yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Ia mempertanyakan siapa sebenarnya yang memimpin KOK Curug dan bagaimana lembaga tersebut menjalankan tugasnya.
“Siapa sih Ketua KOK Curug?” ujarnya dengan nada kecewa. Ia menjelaskan bahwa tugas KOK sudah jelas, yakni membina dan mengelola potensi atlet lokal, mengoordinasikan induk organisasi cabang olahraga dan organisasi olahraga fungsional, serta membantu pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan menjalankan program pengembangan olahraga prestasi.
Namun, menurutnya, seluruh tugas tersebut tidak terlihat berjalan dengan baik.
“Saya lihat tidak ada pembinaan atau komunikasi di wilayah ini,” tegasnya.
Warga juga menyoroti anjloknya prestasi Kecamatan Curug pada PORKAB Tangerang 2025. Padahal, Curug pernah dikenal sebagai langganan juara umum dalam ajang tersebut.
“Kenapa tahun ini anjlok drastis untuk mempertahankan juara umum?” keluhnya.
Tak hanya soal prestasi, warga tersebut juga mengkritisi minimnya transparansi organisasi.
“Saya pun tidak tahu pengurus KOK Curug siapa saja,” ungkapnya.
Ketika dikonfirmasi mengenai keluhan warga, Ketua KOK Kecamatan Curug, Joko Susilo, memilih tidak memberikan komentar. Sikap bungkam tersebut justru semakin memunculkan tanda tanya terkait kinerja dan keberadaan struktur organisasi olahraga di Kecamatan Curug.
Situasi ini memicu perdebatan di tengah masyarakat mengenai pentingnya transparansi, pembinaan atlet, serta efektivitas pengelolaan olahraga di tingkat kecamatan. Warga berharap KOK Curug dapat lebih aktif dan serius dalam melakukan pembinaan agar kejayaan olahraga Curug dapat kembali diraih.
Red KJK

0 Komentar