Keluhan warga semakin meningkat menjelang musim hujan, karena tanah yang basah dan licin dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Salah satu pengendara motor, Ikbal, mengungkapkan keresahannya.
“Setiap kali saya melintas di sini, banyak tanah berserakan di jalan. Ini sangat membahayakan pengendara, apalagi dengan musim hujan seperti sekarang,” ujarnya kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa pihak terkait seperti RT, RW, Kepala Desa, dan Camat seharusnya turun tangan untuk mencegah potensi kecelakaan akibat kondisi jalan tersebut.
“Saya berharap pemerintah dan aparat kepolisian, khususnya yang menangani lalu lintas, bersikap tegas agar tidak ada korban yang jatuh,” tambahnya.
Seorang warga lain yang enggan disebutkan namanya juga menyayangkan sikap pihak terkait.
“Saya bingung, pemerintah sepertinya tutup mata terhadap lalu lalang truk material ini. Itu kan proyek perumahan, tapi dampaknya tidak dipikirkan,” katanya.
“Beberapa hari lalu tanah berserakan dari pengembang Lippo, tapi mereka diam saja,” imbuhnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum berhasil mengonfirmasi Camat Curug, Kepala Desa Curug Wetan, pihak Kepolisian, maupun manajemen Lippo Group terkait kondisi jalan dan aktivitas truk proyek tersebut.
Red/Kjk

0 Komentar