Breaking News

Proyek U-Ditch di Desa Banyu Asih Diduga Sarat Masalah, Warga Pertanyakan Transparansi dan Kualitas Pekerjaan

Proyek U-Ditch di Desa Banyu Asih Diduga Sarat Masalah, Warga Pertanyakan Transparansi dan Kualitas Pekerjaan

Silogisnews.com, Tangerang – Proyek pembangunan saluran U-Ditch yang terletak di RT 03 RW 01, Kampung Berusaha, Desa Banyu Asih, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, kini tengah menjadi sorotan tajam dari masyarakat setempat. Proyek yang diduga menggunakan pagu aspirasi anggota dewan ini mendapat kritik keras terkait dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, serta minimnya transparansi dalam proses pengerjaannya.

Pantauan Silogisnews.com pada Sabtu dan Selasa (26/04 dan 29/04/2025), kondisi proyek saluran terlihat tidak teratur. Pemasangan u-ditch tampak tidak rata, bahkan terlihat genangan air di dalam saluran. Material proyek juga masih berserakan di sepanjang sisi jalan, sementara sejumlah sampah plastik terbawa masuk ke dalam saluran, menandakan kurangnya pengelolaan kebersihan selama pelaksanaan proyek.

Warga setempat, yang mengungkapkan kekesalannya tanpa menyebutkan identitas, mengatakan bahwa mereka sangat kecewa dengan kualitas pekerjaan yang terkesan asal-asalan. "Kami berharap proyek ini dikerjakan dengan benar, sesuai aturan dan spesifikasi teknis. Ini kan uang rakyat, masa hasilnya seperti ini?" ujar seorang warga yang ditemui di lokasi.

Kritik dari warga tidak hanya mengenai kualitas proyek, namun juga pada aspek keselamatan kerja dan keterbukaan informasi. Terlihat para pekerja tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), seperti helm proyek, rompi, dan sepatu keselamatan. Padahal, proyek ini berada di kawasan padat penduduk dan area yang sempit, yang rawan akan kecelakaan kerja.

Lebih mencolok lagi, proyek tersebut tidak dilengkapi dengan papan informasi yang seharusnya mencantumkan nama pelaksana proyek, sumber anggaran, nilai kontrak, serta durasi pengerjaan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga mengenai transparansi dan legalitas proyek tersebut.

"Saya juga nggak tahu ini proyek dari siapa, yang jelas katanya ini proyek dari Dewan PKS," kata seorang warga lainnya, yang menyiratkan ketidakjelasan mengenai pelaksana proyek.

Ketika warga mencoba mencari informasi lebih lanjut mengenai siapa yang mengerjakan proyek dan CV mana yang bertanggung jawab, mereka tidak mendapatkan jawaban yang jelas, sampai proyek tersebut sudah selesai dikerjakan.

Seorang warga berinisial S menegaskan, "Proyek yang dikerjakan ini sama sekali tidak jelas siapa pelaksananya. Wajar kalau saya ingin tahu, karena ini berada di lingkungan kami".

Dengan adanya temuan tersebut, masyarakat mendesak pihak legislatif dan instansi terkait untuk segera turun tangan dan melakukan pengawasan terhadap proyek ini. Warga berharap agar proyek pembangunan tidak hanya menjadi ajang seremonial penyerapan anggaran, namun juga memberikan manfaat yang nyata bagi lingkungan serta keselamatan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek dan unsur legislatif terkait belum memberikan pernyataan resminya mengenai isu yang tengah berkembang.

>Pandu

0 Komentar

© Copyright 2022 - Silogisnews.com