Dewi, anak dari Pujianto, mengatakan bahwa sang ayah pergi tanpa sepengetahuan keluarga sekitar pukul 07.00 WIB. “Pagi itu ibu sudah berangkat kerja, saya dan adik masih tidur. Kami baru sadar bapak pergi setelah semuanya terlambat,” ujar Dewi saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Menurut Dewi, tujuan sang ayah saat itu adalah ke Tanjung Barat, Jakarta Selatan, untuk menemui anaknya. Ia sempat menyusul ke Terminal Pasar Rebo dan mendapat informasi dari kondektur bahwa ayahnya sempat naik bus Agra dan turun di sekitar Jalan Veteran, Bintaro.
“Saya langsung cari ke arah Veteran, sempat tanya-tanya warga, dan ada yang mengaku melihat bapak turun dari bus lalu naik ojek online menuju Tanah Kusir,” lanjut Dewi.
Pada keesokan harinya, Rabu 26 Maret 2025, pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke Polsek Pagedangan. Mereka juga telah menyambangi kelurahan sekitar serta berbagai kantor Dinas Sosial di wilayah Jakarta. Namun sampai saat ini, tidak ada informasi lanjutan dari pihak berwenang.
“Kami sudah cari ke Jakarta Selatan, Barat, Timur, Utara, sampai Tangerang Selatan juga. Tapi belum ada hasil. Saya benar-benar bingung harus cari ke mana lagi,” tutur Dewi dengan nada sedih.
Saat pergi, Pujianto mengenakan pakaian putih dan celana panjang gelap. Ia membawa dua tas totebag berwarna hijau yang berisi pakaian. Keluarga menyebut bahwa Pujianto memiliki kondisi pikun sehingga sangat rentan tersesat.
Bagi masyarakat yang melihat atau menemukan Pujianto, diharapkan dapat segera menghubungi pihak keluarga melalui nomor berikut:
0838-5669-5616 (Dewi)
0858-1315-4077 (Mega)
Pihak keluarga sangat berharap bantuan dari masyarakat dan instansi terkait agar Pujianto dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
>Red
0 Komentar